Senin, 06 Mei 2019



Tak Peduli Keberatan Rusia, THAAD Amerika Tiba di Rumania dan akan menjadi ancaman nyata bagi Rusia.



Meski mendapat tentangan dari Rusia, Amerika Serikat tetap mengirimkan sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Rumania. Sistem tersebut telah dikirimkan dengan pesawat C-17 Globemaster III di Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu (MK) Rumania.
“THAAD dikerahkan ke Rumania dari Brigade Artileri Pertahanan Udara ke-69, Komando Pertahanan Udara dan Rudal ke-32 dari Fort Bliss, Texas,” demikian menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komando Pertahanan Udara dan Rudal ke-10 Amerika.
Juga ditambahkan bahwa penyebaran THAAD dilakukan mendukung misi Pertahanan Rudal Balistik NATO dan memperkuat komitmen Amerika yang kuat dan tak henti-hentinya untuk membela sekutu NATO.
Bulan lalu, para pejabat NATO mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memenuhi komitmennya untuk Pertahanan Rudal Balistik NATO dengan penempatan sementara sistem THAAD ke Deveselu di Rumania.
“Unit THAAD akan berada di bawah kendali operasional NATO dan kontrol politik penuh Dewan Atlantik Utara. Sistem ini akan tetap beroperasi sampai situs Aegis Ashore Romania kembali online. Pembaruan dan penyebaran diharapkan berlangsung beberapa minggu,” tambah pernyataan tersebut.
Juga menekankan bahwa Sesuai dengan sistem Pertahanan Rudal Balistik NATO, unit THAAD akan difokuskan pada potensi ancaman dari luar kawasan Euro-Atlantik.
Sebelumnya Rusia mempertanyakan maksud Amerika mengirimkan senjata canggih tersebut ke dekat wilayahnya. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan bahwa Moskow sedang memantau penyebaran sistem THAAD tersebut.
“Kami memperhatikan ini dengan seksama. Ada pepatah Rusia yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih lama dari sementara. Ada pertanyaan tentang digunakan untuk apa sistem THAAD dan apa arti modernisasi fasilitas di Rumania,” kata Grushko kepada wartawan sebagaimana dikutip Sputnik Sabtu 13 April 2019.
Grushko menambahkan bahwa Moskow memandang negatif peningkatan aktivitas NATO di wilayah Laut Hitam, yang menghambat stabilitas di wilayah ini.

Peluncur THAAD

THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) merupakan salah satu sistem rudal pertahanan udara tercanggih di dunia yang mampu mencegat ancaman rudal balistik jarak pendek, menengah, dan jauh dengan tingkat keberhasilan hingga 100%, Rusia juga tahu kemampuan thaad bukan sekedar rudal pertahanan udara akan tetapi  juga berfungsi sebagai peluncur rudal darat jarak menengah dan sistem radar dan data thaad juga mampu meluncurkan rudal darat jarak menengah berhulu ledak nuklir' inilah kenapa Rusia begitu khawatir dengan thaad berada di Rumania karena peluncur thaad mempunyai fungsi yang sama dengan S-400 yang juga mampu menjadi peluncur rudal darat jarak menengah berhulu ledak nukir.

     Israel RESAH atas kapal selam U-209               1400 ton yang dibeli Mesir dari Jerman

Kapal selam Type 209 Mesir (Foto: thyssenkrupp Marine Systems)
Mesir pada hari Jumat secara resmi menerima kapal selam diesel elektrik Type 209 ketiga dari empat yang telah dijanjikan, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Jerman yang telah menyebabkan banyak kontroversi di Israel.
Sebuah upacara yang diadakan di galangan kapal perusahaan pembuatan kapal Thyssenkrupp di kota Kiel dihadiri oleh komandan Angkatan Laut Mesir, Ahmed Khaled.
Kapal selam Type 209, adalah varian yang sangat canggih, sekarang akan menjalani periode tambahan pengujian sebelum tiba di Mesir dalam waktu beberapa bulan. Kapal selam milik Mesir berukuran panjang sekitar 62 meter, berbobot 1.450 ton dan memiliki diameter lambung tekanan 6,2 meter. Kapal selam dioperasikan oleh 30 awak kapal selam.
Sebelumnya Mesir menerima dua kapal selam pertama dari kesepakatan pada tahun 2016 dan 2017. Yang keempat diharapkan akan dikirim pada tahun 2021.
Pembelian kapal selam oleh Mesir, dan secara khusus mendapat persetujuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kesepakatan itu, telah menimbulkan banyak pertanyaan di Israel, dengan banyak mantan pejabat tinggi Israel mengatakan mereka tidak diajak berkonsultasi mengenai masalah tersebut.
Ini termasuk mantan menteri pertahanan Moshe Ya’alon, mantan kepala staf IDF Benny Gantz, dan mantan kepala agen mata-mata Mossad Tamir Pardo.
Menurut laporan, pejabat pertahanan Israel dan lainnya mengkhawatiran tentang penjualan persenjataan canggih oleh perusahaan Jerman Thyssenkrupp kepada tetangga dan mantan musuh Israel.
Jerman tidak memerlukan persetujuan Israel untuk penjualan persenjataan semacam itu, tetapi terbuka untuk mendengarkan kekhawatiran Israel. AS dan beberapa sekutu lainnya hanya akan menjual senjata canggih ke negara-negara Timur Tengah dengan teknologi yang ketinggalan satu generasi dari senjata yang dijual Israel, atau akan menjual terlebih dahulu ke Yerusalem, sebagai cara melindungi negara Yahudi itu dalam setiap konflik di masa depan.
Sebagai catatan kapal selam changbogo class milik indonesia yang dibeli dari korea selatan adalah kapal selam tipe yang sama dengan yang dibeli/dipesan Mesir dari jerman, meski bukan jenis kapal selam serang tapi kapal selam ini memang sangat sulit terdeteksi dan menjadi ancaman bagi kapal tempur permukaan sehingga wajar bila israel resah dengan kapal selam jenis ini yang telah dimiliki mesir' israel tau betul kemampuan kapal selam ini.

           
            KRI Alugoro 405 U209 - 1400 ton
        versi changbogo class korea selatan

Indonesia telah melanjutkan dan meneken kontrak penambahan 3 unit jenis kapal selam ini yg dikerjakan PT.PAL indonesia dan DSME korea selatan untuk menyempurnaan transfer teknologi yang telah menjadi kesepakatan awal kedua negara dalam perjanjian kontrak kapal selam TNI AL.